Sunday, September 24, 2017

Membuat aplikasi android sederhana

Sebagai permulaan, kita akan membuat aplikasi sederhana menampilkan tulisan Halo, Selamat Datang kawan…. di emulator, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Jalankan Enclipse, File > New > Android Project
  2. Isikan parameter-parameter seperti gambar di bawah, aplikasi yang saya buat dengan Application Name AplikasiPertama, Project name saya abaikan karena akan terisi secara otomatis, dan pada Package Name saya ganti dengan app.aplikasipertama. Sedangkan pada parameter yang lain diisi secara default (bawaan), kemudian klik Next.                          
  3. Konfigurasi launcer icon, activity dan workspace. Pada aplikasi yang dibuat ini, settingnya diterapkan settingan bawaannya (default), seperti terlihat pada gambar : 
  4. Konfigurasi Launcer Icon, apabila launcer icon nya ingin diganti, kita tinggal cari icon yang diinginkan dengan cara klik browse
  5.  Create Activity, ceklist Create Activity -> Pilih Blank Activity
  6. Konfigurasi Blank Activity   
  7. Pada Package Explorer, buka file main.xml di folder res > layout, untuk menuliskan kode klik tab activity_main.xml           
  8. Ganti kode pada activity_main.xml menjadi seperi berikut 
  9. Jalankan run dengan shortcut CTRL+F11 atau klik kanan package > run as > android Project.                            
  10. Hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut ini :  
Kita juga bisa menjalankan langsung aplikasi yang sudah kita buat ini ke perangkat android kita, dengan cara mengcopy file .apk yang terletak pada folder bin


Saturday, September 23, 2017

Installasi Eclipse untuk pemrograman android

Dalam pemograman Android menggunakan IDE Eclipse kita harus memiliki 3 buah file diantaranya :
1. Eclipse
2. ADT 16.0.1 Plugin
3. Android-SDK_r16
Ketiga file tersebut bisa didownload langsung dari web resminya di www.eclipse.org. (download saja versi terbarunya)

Eclipse merupakan sebuah editor, secara default editor ini belum bisa dipakai untuk mendevelop android. Agar bisa digunakan untuk membuat aplikasi android maka harus diinstall plugin dulu namanya ADT (Android Development Tools).
Setelah terinstal, maka eclipse sudah siap digunakan, hanya saja belum dilengkapi library dan emulator. Untuk memenuhinya, maka perlu diinstal SDK Android (SoftwareDevelopment Kit).


Jadi intinya, eclipse bisa digunakan setelah kita selesai mengkonfigurasi antara editor Eclipse, ADT dan SDK.


MENGINSTAL PLUGIN ADT
Cara 1. Menginstal ADT Plugin untuk eclipse langsung dari server. Pada cara pertama ini, kita harus terhubung dengan internet

  1. Jalankan Eclipse, kemudian pilih help > instal new software
  2.  Klik add di sebelah kanan atas.
  3. Pada kotak dialog add repository, isikan nama : ADT dan location : https://dlssl.google.com/android/eclipse/
  4. Lihat kotak Available software. Centang pada item Developer Tools kemudian pilih Next.
  5. Pada tampilan berikutnya, kita akan melihat lebih detail daftar tools yang akan di download. Pilih Next
  6. Begitu muncul license agreement. Pilih Accept, kemudian klik Finish.
  7. Setelah proses instalasi selesai, restart eclipse.

Cara 2. Apabila terkendala dengan koneksi internet, kita juga bisa melakukan instalasi plugin secara offline. Tapi harus mendownload terlebih dahulu ADT Plugin kemudian simpan di
direktori tertentu.

  1. Ikuti langkah 1 dan 2 pada cara pertama
  2. Pada dialog add site, pilih Archive.
  3. Cari dan pilih file ADT.zip yang Kamu download diawal tadi.
  4. Jangan lupa memberi nama pada beris nama lihat 
  5. Klik ok.
  6. Lihat kotak Available software. Centang pada item Developer Tools kemudian pilih Next.
  7. Pada tampilan berikutnya, kita akan melihat daftar Tools yang akan di instal. Pilih Next.
  8. Begitu muncul license agreement. Pilih Accept, kemudian klik Finish.
  9. Setelah proses instalasi selesai, restart eclipse.

KONFIGURASI SDK

  1. Jalankan Eclipse, pilih window > Preference, muncul interface
  2. Pada panel sebelah kiri, pilih Android
  3. Pada SDK Location, klik Browse, cari kemudian pilih SDK File yang sudah kita miliki sebelumya
  4. Pilih salah satu platform android, kemudian klik Apply .
  5. Klik Ok.


UPDATE PACKAGE SDK (OPTIONAL)
Pada tahap ini harus terhubung dengan internet untuk melakukan update repositori. Jika tidak, maka kita tidak punya package Android. Berikut caranya :

  1. Pada Eclipse, pilih Window > Android SDK and AVD manager
  2. Pilih Available Package  
  3. Centang pada Android Repository
  4. Otomatis akan melakukan Update , jika tidak pilih Refresh
  5. Centang Android Repositori, kemudian pilih Install Selected


MEMBUAT ANDROID VIRTUAL DEVICE (AVD)
AVD adalah perangkat visual android yang akan menjadi simulator, untuk memasang perangkat tersebut dengan cara : 

  1. Pada kotak dialog Android SDK dan AVD Manager, pilih New
  2. Isikan seperti berikut
Name
Froyo22
Target
Android 2.2
SDCard
Dibiarkan saja
Snapshot
Dibiarkan saja
Skin
WQVGA400
Hardware
Dibiarkan saja


Bila sudah selesai hasilnya akan seperti berikut ini 





Pengenalan Android


Perangkat berbasis android hanya mempunyai satu layar foreground. Pada  saat menghidupkan android, yang pertama kita lihat adalah home. Kemudian bila kita menjalankan sebuah aplikasi game, User Interfacenya (UI) akan menumpuk diatas layar sebelumnya (home). Kemudian bila melihat help dari aplikasi game tersebut, maka UI help akan menimpa UI sebelumnya, begitu seterusnya. 


Semua proses tersebut direkam di application stack oleh sistem Activity manager. Ketika menekan tombol back, hal tersebut hanya kembali ke halaman sebelumnya, analoginya mirip dengan browser di aplikasi diaplikasi destop, dimana ketika kita meng-klik tombol back pada browser tersebut akan kembali menampilkan halaman sebelumnya.

Setiap User Interface diwakili oleh kelas Activity (Activity class). Setiap activity mempunyai  siklus. Sebuah aplikasi dapat terdiri dari satu atau lebih activity yang diproses dalam Linux. 

 

Siklus activity
Selama siklus ini berjalan, activity bisa mempunyai lebih dari 2 status seperti yang terlihat pada gambar. Kita tidak bisa mengontrol setiap status karena semuanya sudah ditangani oleh sistem. Namun kita akan mendapat pesan saat terjadi perubahan status melalaui method onXX(). Berikut penjelasan setiap status :


onCreate(Bundle)
Dipanggil saat pertama kali aplikasi dijalankan.
Kita dapat menggunakan ini untuk deklarasi variabel atau membuat user interface.
onStart()
Mengindikasikan activity yang ditampilkan ke pengguna (user).
onResume()
Dipanggil saat applikasi kita mulai berinteraksi dengan pengguna.
Disini sangat cocok untuk meletakkan animasi ataupun musik.
onPause()
Dipanggil saat applikasi yang kita jalankan kembali ke halaman sebelumnya atau biasanya karena ada activity baru yang dijalankan.
Disini cocok untuk meletakkan algoritma penyimpanan (save).
onStop()
Diapnggil saat aplikasi Kita berjalan di belakang layar dalam waktu cukup lama.
onRestart()
Activity kembali menampilkan user interface setelah status stop.
onDestroy()
Dipanggil saat aplikasi benar-benar berhenti.
onSaveInstanceState(Bu
ndle)
Method ini mengijinkan activity untuk menyimpan setiap status intance.
Misalnya dalam mengedit teks, kursor bergerak dari kiri ke kanan.
onRestoreInstanceState
(Bundle)
Diapanggil saat activity kembali meng-inisialisasi dari status sebelumnya yang disimpan oleh onSaveInstanceState(Bundle).

Kita harus mengetahui beberapa komponen aplikasi yang sangat penting seperti activities, intens, service, dan content providers.

a. Activity
Normalnya setiap activity menampilkan satu buah user interface kepada pengguna. Misalnya sebuah activity menampilkan daftar menu minuman, kemudian pengguna dapat memilih satu jenis minuman. Contoh lainnya pada aplikasi sms, dimana satu activity digunakan untuk menulis pesan, activity berikutnya untuk menampilkan nomor kontak tujuan, atau activity lainnya digunakan untuk menampilkan pesan-pesan lama. Meskipun activity-activity diatas terdapat dalam satu aplikasi sms, namun masing-masing activity berdiri sendiri. Untuk pindah dari satu activity ke activity lainnya dapat melakukan suatu event misalnya tombol diklik atau melalui trigger tertentu.


b. Service
Service tidak memliki user interface, namun berjalan di belakang layar. Misalnya music player, sebuah activity digunakan untuk memilih lagu kemudian di-play. Agar music
player bisa berjalan dibelakang aplikasi lain maka harus menggunakan service.

c. Intens
Intens adalah mekanisme untuk menggambarkan sebuah action secara detail seperti bagaimana cara mengambil sebuah poto.

d. Content Providers
Menyediakan cara untuk mengakses data yang dibutuhkan oleh suatu activity, misalnya kita menggunakan applikasi berbasis peta (MAP). Activity membutuhkan cara untuk mengakses data kontak untuk prosedur navigasi. Disinilah peran content providers.


e. Resource
Resource digunakan untuk menyimpan file-file noncoding yang diperlukan pada sebuah aplikasi misalnya file icon, file gambar, file audio, file video atau yang lain. Gambar berformat JPG atu PNG sebuah aplikasi biasanya disimpan dalam folder res/drawable, icon applikasi disimpan dalam res/drawable-ldpi dan file audio disimpan dalam folder res/raw. File XML untuk membentuk sebuah user interface disimpan dalam folder res/layout





 

Daftar pustaka :
24 Jam Pintar Pemograman Android, E-Book version 2.1, Arif Akbarul Huda


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan